Senin, 15 Agustus 2011

SURYA SANGKALA “NGESTI NGAWIYAT LUHURING PAMULAT”


Surya Sangkala adalah suatu cara yang lazim digunakan orang jawa dalam memberi tanda atau  penangggalan tahun mengunakan kalender Masehi, biasanya untuk mengingat kegiatan yang menandakan sejarah. juga Surya Sangkala memuat doa, harapan dan pamuji kepada Tuhan.

Untuk itu Pemerintah Desa Banyubiru dalam memprasastikan Surya Sangkala tersebut diatas membangun Gapura masuk Balai Desa Banyubiru sebagai tetengger atau pengeliling-eling.

Adapun Surya Sangkala “NGESTI  NGAWIYAT  LUHURING   PAMULAT” yang digunakan oleh Pemerintah Desa Banyubiru memuat arti Ngesti = 8, Ngawiyat = 0,  Luhuring = 0, Pamulat = 2 kalau digandeng 8002 adapun untuk membaca  Surya Sangkala harus dibaca dari belakang jadi 2008, adapun diambil tahun 2008 karena pada pada tahun dimulailan babak baru dalam system pemerintahan yang terbuka,trasparan dan demokratis. Sedangkan petuah yang termuat dalam Surya Sangkala adalah :

I.    Ngesti : suatu tindakan untuk mewujukan cita-tita
     Ada 8 prinsip (Hasto Broto ) yang harus dimiliki oleh seorang pemimping (Pamong 
     Projo/Perangkat Desa) Untuk dapat mensejahterakan masyarakanya juga bisa Ngoyomi 
     dan  ngayemi .
    1.  Surya atau  Matahari  adalah sumber kehidupan di muka bumi, jadi seorang pemimpin 
         harus menjadi titik api yang dapat member  sumber Inspirasi, semangat, motivasi dan
         energy bagi masyarakatnya, Pemimpin harus adil seperti Matahari dalam memberi 
         sinar tidak pilih kasih antara sikaya dan simiskin, diperlakukan sama tanpa diskriminasi.

    2.  Chandra atau Bulan, jadi seorang pemimpim yang diteladani harus bisa memberi
         pencerahan disaat krisi dan masa sulit masyarakat seperti bulan memberikan cahaya 
         dalam kegelapan, juga dapat menghilangkan dahaga (Oases) diwaktu panas dipadang
         pasir serta memberikan petunjuk , jalan keluar dan solusi pada permasalahan-
         permasalahan yang sulit menjadi juru damai di masyarakat.

    3.  Kartiko atau Bintang adalah simbul kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dimana 
         semua yang ada didunia berasal dari-Nya, jadi seorang Pemimpin haruslah 
         meninggalkan keakuanya yang menyetarakan dengan Tuhan namun tetap harus 
         menjadi Bintang, teladan dan panutan untuk masyarakanya.

    4.   Bumi adalah symbol kesabaran dan kesuburan,Bumi menawarkan kesejahteraan
          bagi mahkluk hidup yang ada diatasnya dan harus sabar dalam menghadapi segala 
          tatangan atau rintangan juga harus bisa membumi, tegas, konsisten, tak tergoyahkan 
          tetapi tetap Sederhana /sahaja.

    5.  Geni atau Api adalah symbol dari semangat namun harus penuh kehati-hatian dan penuh 
         perhitungan  namun tegas dalam mengambil sikap sehingga keputusan yang diambil 
         akan tampil mantab dan bijaksana.

    6.  Banyu atau Air, tampa air yang bersih dan murni maka tanaman tidak akan hidup 
         dan tumbuh subur, maka seorang pemimpin harus lah memberi inspirasi dan 
         memperjuangkan aspirasi masyarakatnya serta juga harus bisa ajur ajer sehingga 
         dapat menyelami kemauan dan kehendak masyarakatnya.

    7.  Marutho atau Angin adalah simbul dari Demokrasi seorang pemimpin harus 
         mampu menyelami tatanan masyarakat, angin juga bisa menembus dimana saja, bergaul  
         kepada siapa saja tanpa membedakan pangkat, derajat dan kasta. Mau merendahkan 
         diri, belajar ilmu kepada siapa saja dan menularkan ilmu kebaikan kepada siapa saja.

    8.  Samudra atau Laut Lepas semua sumber air dan sungai akan berkumpul ke 
         samudra jadi seorang yang sudah mumpuni dalam pemahaman Hato Broto akan 
         menampung semuan masyarakat dan mampu mengayomi sehingga dapat,
         memperdayakan masyarakat menjadi kekuatan maha dahsyat seperi Omba lautan.

II.   Ngawiyat mempunyai arti langit
     Yang mengandung maksud langit sap tujuh adalah tempat dimana Allah/Tuhan Yang maha 
     Esa/Hyang Widi Wasa menempatkan wahyu atau kasejaten hidup yaitu uning 
     anong uninong aning dan disitulah menjadi arah tujuan hidup yang sempurna 
     untuk mendapatkan tirto nirmoyo/ma’ul hayat/tirta prawita.

III.  Luhuring  mempunyai arti yang tinggi atau suci
     Yang mengandung maksud setiap perbuatan dan tindakan pemimpin harus lah 
     berdasarkan Kaidah  Agama, Hukum Negara dan Norma Kemasyarakatan serta 
     segala tindakan (tugas) haruslah sepi ing pamrih rame ing gawe.

IV.  Pamulat  mempunyai arti tangap atas keadaaan yang terjadi pada dirinya dan 
      masyarakanya.
Yang mengandung maksud “Mulad Saliro Hangerospo Wani” seorang pemimpin harus mau selalu intropeksi pada dirinya sendiri dan mau menerima masukan dari orang lain sebelum melakukan tindakan  (tanggap – tangguh – tanggon) yang senantiasa didasari dengan selalu sujud kepada :
1.    Sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Sujud kepada alam semesta.
Demikianlah uraian Surya Sangkala yang termuat dalam Gapura masuk Balai Desa Banyubiru yang memuat doa/harapan/pamuji demi kemajuan, kemakmuran dan kejayaan Desa Banyubiru untuk tinggalan generasi penerus Bumi Perdikan Banyubiru.



JACK SAWALA
Nara Sumber Ki. H.Adi Samidi

2 komentar:

Sudar Jakarta mengatakan...

Pak Jack ; luas bisa Surya Sengkalanya sudah ada tapi hari jadi jadi Perdikan Banyubiru itu kapan tolong dicarikan sekalian jadi lengkap arti perdikanya. kita-kita yang di Jakarta rindu kampung slalu.

Jack S mengatakan...

Bos sudar suwun att nya, mugi paring pangestu mangkeh dalem tanyaken pada yang tua2, meniko namung damel obat rindu konco2 ting njabi rangkah/perantauan

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More